Sebaliknya, hanya won Korea Selatan dan ringgit Malaysia yang mampu bertahan dan menguat secara terbatas, masing-masing 0,17% dan 0,11%.
Dari dalam negeri, rupiah menanti katalis lanjutan untuk memperkuat posisinya dari tekanan eksternal. Besok, Bank Indonesia (BI) kembali mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi Agustus dan menetapkan suku bunga acuan BI Rate.
Konsensus yang dihimpun Bloomberg memperkirakan BI menahan BI Rate di 5,75%, lantaran pergerakan rupiah relatif terjaga di kisaran Rp17.800-17.900/US$ sepanjang Agustus.
Bloomberg Economics menilai, stabilnya rupiah sejak Juni, serta inflasi yang relatif terjaga dalam rentang target bank sentral di kisaran 1,5%-3,5% akan menjadi fondasi dalam mempertahankan BI Rate.
(dsp/aji)



























