Logo Bloomberg Technoz

Menguji Sistem Pembayaran Domestik KKI Berbiaya Lebih Rendah

Muhammad Fikri
18 August 2026 13:45

Ilustrasi isu peluncuran Kartu Kredit Indonesia di momen 17 Agustus (Diolah)
Ilustrasi isu peluncuran Kartu Kredit Indonesia di momen 17 Agustus (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kartu Kredit Indonesia (KKI) yang dikembangkan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) bersama Bank Indonesia menawarkan skema pembayaran dengan biaya yang relatif lebih rendah dibandingkan penggunaan principal pembayaran internasional seperti Visa dan Mastercard.

Ketua Umum ASPI Santoso Liem mengatakan bahwa perbedaan tersebut berasal dari model bisnis yang digunakan dalam sistem pembayaran domestik dan internasional. Menurut dia, skema domestik seperti KKI dan QRIS memberikan pilihan bagi bank maupun perusahaan teknologi finansial (fintech) untuk menggunakan skema yang dinilai lebih menguntungkan.

"Setiap skema alat bayar kan memiliki bisnis model yang berbeda," kata Santoso kepada Bloomberg Technoz, Selasa (18/8/2026).


Santoso menjelaskan bahwa dalam skema domestik, pengguna akhir tidak dikenakan biaya transaksi, sementara biaya dibebankan kepada merchant dengan nilai yang relatif lebih rendah. Biaya tersebut kemudian dibagi kepada pihak penerbit atau issuing, acquiring, perusahaan switching, lembaga standar, dan lembaga layanan.

Sebagai gambaran, Santoso menyebut standar merchant discount rate (MDR) QRIS sebesar 0,7%. Dari angka tersebut, biaya masih dibagi kepada sejumlah pihak dalam ekosistem pembayaran.