Logo Bloomberg Technoz

Rumor Pasar

Haji Isam Disebut Incar 62,2% Saham BYAN, Rogoh Rp358 Triliun?

Muhammad Julian Fadli
18 August 2026 16:21

Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rumor Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam tengah membidik 62,2% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), emiten tambang batu bara milik Low Tuck Kwong, terus menyebar luas di pasar pada perdagangan siang hari ini.

Kabar tersebut tambah hangat usai analis BRI Danareksa Sekuritas menyebut kenaikan harga saham BYAN hingga 20% dan menembus level Auto Reject Atas (ARA) di posisi Rp17.275/saham.

Saham BYAN Melesat Hingga ARA (Auto Reject Atas) (Sumber: Bloomberg)

“Rumor akuisisi oleh Haji Isam menjadi katalis utama, dengan spekulasi pengambilalihan sekitar 62% saham BYAN oleh pihak terkait Jhonlin,” tutur BRI Danareksa Sekuritas dalam catatan terbarunya, Selasa (18/8/2026).


Adapun, lanjut dalam riset yang sama, spekulasi aksi korporasi semakin kuat setelah PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), perusahaan milik Haji Isam, menjadwalkan RUPSLB pada 21 September 2026 mendatang, biarpun agenda resminya belum diumumkan.

Beredarnya rumor pengusaha Haji Isam tengah bersiap mengakuisisi saham perusahaan tambang batu bara tersebut, disebut berencana mengambilalih 62,2% saham BYAN yang saat ini dikuasai Dato Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Dengan itu, emiten BYAN berpotensi berganti pengendali.