Logo Bloomberg Technoz

Yield Obligasi Turun, Rupiah Menjauh dari Rp18.000/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
02 October 2026 12:43

Ilustrasi Surat Utang (Diolah)
Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar obligasi melanjutkan penguatan pada sesi perdagangan Jumat (2/10/2026), seiring meredanya tekanan dolar Amerika Serikat (AS) dan stabilisasi yield US Treasury. 

Melansir data Bloomberg, yield di pasar obligasi Indonesia bergerak menurun pada hampir semua tenor. Yield tenor 1 tahun turun paling dalam 7 basis poin (bps) ke 6,7%, disusul tenor 11 tahun turun 6 bps ke 7,08%. 

Adapun yield tenor 5 tahun turun 2,6 bps ke 7,03%, tenor 3 tahun turun 2 bps ke 6,92%, dan tenor 6 tahun turun 1,6 bps ke 7,08%. 

Gerak yield di pasar obligasi domestik pada Jumat (2/10/2026). (Bloomberg)

Dari pasar global, yield US Treasury kembali turun 3,8 bps ke 5,24%. Pergerakan yield di pasar AS ini diikuti dengan pergerakan yield di pasar obligasi Australia yang juga turun 5,2 bps jadi 5,34% dan yield di Selandia Baru turun 4,6 bps jadi 5,04%. Begitu juga yield di pasar obligasi Jepang, turun 1,2 bps jadi 3,08%. 

Penurunan yield di pasar global diikuti oleh penurunan obligasi negara berkembang yang berdenominasi dolar AS. Di antaranya Indonesia (INDON) turun 1,9 bps jadi 6,24% dan Filipina turun 2,1 bps jadi 6,23%.