Logo Bloomberg Technoz

PASOKAN ENERGI

Gangguan Batu Bara Rawan Meluas ke Industri Lain, Tak Cuma Semen

Sabrina Mulia Rhamadanty
03 October 2026 17:00

Batu bara dimuat untuk pembangkit listrik tenaga termal di pabrik Ambuja Cements Ltd. di Ambuja Nagar, Gujarat, India./Bloomberg-Prakash Singh
Batu bara dimuat untuk pembangkit listrik tenaga termal di pabrik Ambuja Cements Ltd. di Ambuja Nagar, Gujarat, India./Bloomberg-Prakash Singh

Bloomberg Technoz, Jakarta – Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar mengingatkan krisis pasokan batu bara berpotensi meluas dan dapat berdampak pada berbagai sektor industri manufaktur penerima manfaat domestic market obligation (DMO) selain semen. 

Dia menegaskan skema kewajiban pasar domestik bukan sekadar urusan administratif, melainkan instrumen krusial untuk menjamin kepastian volume, ketepatan spesifikasi, dan ketepatan waktu pengiriman batu bara ke industri dalam negeri.

“Iya industri lain juga berpotensi terdampak. Persoalan DMO ini bukan hanya masalah kewajiban administratif yang lebih kompleks,” ungkapnya saat dihubungi Bloomberg Technoz, dikutip Sabtu (3/10/2026).

Ilustrasi Pabrik Semen Indonesia. (Dok. PT Semen Padang)

Meski begitu, Bisman memperkirakan gangguan pasokan batu bara akibat cuaca ekstrem El Niño yang menyebabkan kekeringan sungai sehingga mengganggu pengiriman batu bara hanya bersifat sementara. 

“Kalau gangguan ini [akibat El Niño] saya rasa bersifat sementara, karena sebagian persoalannya memang dipicu faktor cuaca dan surutnya jalur sungai,” ungkapnya.