Logo Bloomberg Technoz

Menerawang Nasib Rupiah Bulan Ini, Bisa Rp18.000/US$?

Redaksi
02 October 2026 12:39

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Performa rupiah pada Oktober berisiko terganjal inflasi yang kian meninggi. Setelah sempat menembus Rp18.000/US$ pada Selasa (29/9/2026) saat sesi perdagangan intraday, mata uang Garuda memasuki bulan baru dengan tekanan yang belum sepenuhnya mereda.

Kemarin, rupiah mengawali Oktober dengan pelemahan 0,45% ke Rp17.957/US$. Sementara, sepanjang September mata uang Nusantara telah melemah 0,81%.

Mengacu data historis Bloomberg, rupiah spot selama lima tahun terakhir selalu melemah tiap Oktober. Tahun lalu misalnya, rupiah sepanjang Oktober melemah 0,18%.


Pada 2024 rupiah ambruk 3,17%, sementara pada terdepresiasi 2,23%. Kemudian pada Oktober tahun 2022 jatuh 1,89%. Hanya pada 2021 rupiah menguat sepanjang Oktober, itu pun relatif terbatas di 0,19%.

Pergerakan rupiah secara historis. (Bloomberg)

Tahun lalu, rupiah mengawali Oktober di Rp16.540/US$, kemudian menutup Oktober di Rp16.630/US$. Pelemahan dipicu oleh tekanan global lantaran bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve sedang berada dalam fase pengetatan agresif untuk melawan inflasi.