Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan besok. Suku bunga acuan yang diperkirakan akan tetap dipertahankan pada level 5,75%.
Bloomberg Economics menilai, stabilnya rupiah yang bertahan di kisaran Rp17.850-Rp18.050/US$ yang terbentuk sejak Juni, serta inflasi yang relatif terjaga dalam rentang target bank sentral akan menjadi fondasi dalam mempertahankan BI Rate.
Analisis Teknikal
Secara teknikal, nilai tukar rupiah berisiko melanjutkan pelemahannya hari ini. Support terdekat menuju level Rp17.850/US$ dengan target pelemahan kedua akan tertahan di Rp17.900/US$.
Apabila kembali jebol kedua support tersebut, maka mata uang Nusantara bisa saja melemah lebih dalam menuju level Rp18.000/US$ sebagai support paling kuat.
Jika rupiah mampu menguat dengan volume besar dan berhasil menembus resistance, maka menarik dicermati area level Rp17.800/US$ dan selanjutnya Rp17.700/US$. Resistance berikutnya bahkan bisa mencapai Rp17.600/US$.
(riset/aji)






























