Logo Bloomberg Technoz

Tekanan Dolar AS Mereda, Rupiah Menguat ke Rp17.875/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
02 October 2026 15:37

Karyawan menghitung uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan dengan penguatan 0,42% ke Rp17.875/US$, sejalan dengan penguatan yang masif di pasar mata uang Asia. 

Dari kawasan, rupiah menguat bersama won Korea Selatan 0,72%, baht Thailand 0,39%, peso Filipina 0,35%, yen Jepang 0,18%, yuan offshore 0,16%, dolar Singapura 0,11%, dan ringgit Malaysia 0,06%. Sebaliknya, dolar Taiwan melemah 0,12%. 

Rupiah dan mata uang Asia menguat sore ini. (Bloomberg)

Penguatan won Korea Selatan berbanding lurus dengan pergerakan yield di pasar obligasinya yang mengalami penurunan 9,7 bps ke 4,33% pada tenor 10 tahun. 


Sementara, yield obligasi Jepang terpangkas 1,4 bps ke 3,08% dan yield obligasi Singapura turun 3,4 bps ke 2,42%. 

Meredanya tekanan yield di pasar obligasi dipicu oleh stabilisasi yield di pasar obligasi Amerika Serikat (AS) ke level 5,24% setelah sempat menyentuh 5,34% kemarin, menandai level tertingginya sejak 2002.