Logo Bloomberg Technoz

Rupiah dan Mata Uang Asia Melawan Balik, Dolar AS Tersudut

Tim Riset Bloomberg Technoz
02 October 2026 09:28

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan dengan depresiasi 0,04% ke Rp17.957/US$, bersama sebagian besar mata uang Asia. Dari kawasan, dolar Taiwan melemah paling tajam 0,19%, disusul dolar Singapura 0,02%.

Sebaliknya, sebagian mata uang berhasil defensif dan mencatat penguatan. Seperti, peso Filipina, baht Thailand, dan yuan offshore.

Namun tak lama berselang, rupiah berbalik ke zona hijau dengan penguatan terbatas 0,1% ke Rp17.932/US$ pada 09:10 WIB, bersama dengan won Korea Selatan dan ringgit Malaysia masing-masing 0,03%, dan yen Jepang 0,14%. 


Harga minyak masih bertahan tinggi di level US$102,67/barel. Namun, indeks dolar Amerika Serikat (AS) sedikit menyusut tipis ke 102,06. 

Penguatan mata uang Asia ditopang oleh meredanya tekanan dolar AS dan stabilisasi yield US Treasury tenor 10 tahun yang kembali di 5,25% setelah kemarin sempat menyentuh 5,34%.