Logo Bloomberg Technoz

RAPBN 2027: Subsidi Listrik Rp130,1 T, Naik 17,8% dari APBN 2026

Azura Yumna Ramadani Purnama
18 August 2026 08:50

Petugas PLN melayani pelanggan rumah tangga di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. (Dok. PLN)
Petugas PLN melayani pelanggan rumah tangga di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. (Dok. PLN)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pemerintah menetapkan pagu anggaran subsidi listrik dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 senilai Rp130,1 triliun, naik sekitar 17,8% dari outlook APBN 2026 yang dipatok Rp110,4 triliun.

Dalam Buku II Nota Keuangan RAPBN 2027 yang baru dilansir pemerintah, Senin (17/8/2026), dijelaskan meningkatnya anggaran subsidi listrik dipengaruhi peningkatan biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik dan peningkatan peningkatan volume listrik bersubsidi.

Kenaikan BPP diklaim terjadi gegara perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), perubahan harga Indonesia Crude Price (ICP) akibat konflik geopolitik, dan peningkatan produksi pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).


“Pada RAPBN Tahun Anggaran 2027, anggaran subsidi listrik direncanakan sebesar Rp130,1 triliun atau meningkat 17,8% apabila dibandingkan dengan outlook [APBN] Tahun [Anggaran] 2026 sebesar Rp110,4 triliun,” tulis Buku II Nota Keuangan RAPBN 2027 tersebut.

Dok: PLN

Kebijakan Listrik