Logo Bloomberg Technoz

Serangan Kapal di Hormuz Meningkat, AS Ancam Tekan Ekonomi Iran

News
16 August 2026 08:30

Kapal-kapal berlabuh di Selat Hormuz pada 10 Agustus. Fotografer: Ali Saeedi/Getty Images via Bloomberg
Kapal-kapal berlabuh di Selat Hormuz pada 10 Agustus. Fotografer: Ali Saeedi/Getty Images via Bloomberg

Arsalan Shahla, Catherine Lucey dan Sara Gharaibeh - Bloomberg News

Bloomberg, Serangan terhadap kapal di Selat Hormuz meningkat ketika perundingan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah masih menemui jalan buntu dan AS bersiap menerapkan langkah-langkah ekonomi baru untuk memaksa Iran menyerah.

UK Maritime Trade Operations pada Sabtu mengatakan telah menerima laporan mengenai proyektil yang menghantam lambung sebuah kapal pengangkut barang curah. Dua kapal milik Abu Dhabi National Oil Co. juga diserang saat melintas di Hormuz pada Kamis, sementara kapal lainnya menjadi sasaran pada Jumat malam, menurut laporan kantor berita pemerintah Uni Emirat Arab, WAM. Tidak ada laporan korban luka.


Jalur perairan yang sebelum perang menjadi lintasan seperlima minyak dan gas dunia kini menjadi salah satu titik krusial dalam negosiasi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir enam bulan. AS bersikeras jalur bebas di selat yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab harus dipulihkan, sementara Iran menegaskan akan mempertahankan kendalinya.

Harga minyak mentah Brent, acuan global, naik hampir 6% sepanjang pekan ini seiring memudarnya harapan penyelesaian cepat atas kebuntuan yang telah mengganggu aliran minyak dan komoditas penting lainnya ke pasar global. Hingga 11 Agustus, terdapat sekitar 65 insiden terkonfirmasi yang melibatkan kapal di Hormuz dan wilayah Timur Tengah yang lebih luas selama konflik, dengan 17 pelaut tewas, menurut Organisasi Maritim Internasional.