
Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor minyak dan gas (migas) Indonesia pada Januari hingga Agustus 2026 membengkak US$8,22 miliar atau 39,03% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Lonjakan impor migas ini didorong oleh meningkatnya impor minyak mentah senilai US$2,01 miliar atau 33,89% dan hasil minyak senilai US$6,21 miliar atau 41,05% dibandingkan dengan periode Januari-Agustus 2025.
"Nilai impor migas tercatat sebesar US$29,30 miliar atau naik sebesar 39,03%," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam rilis BPS, Kamis (1/10/2026).
Sementara sepanjang Agustus 2026, impor migas melesat US$829,3 juta atau 30,73% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (yoy).
Peningkatan impor migas pada periode tersebut disebabkan oleh bertambahnya impor hasil minyak sebesar US$890,6 juta atau 51,83% secara yoy. Meski begitu, impor minyak mentah mengalami tren pelemahan sebesar US$61,3 juta atau 6,25%.































