Logo Bloomberg Technoz

Alibi Mendikdasmen Soal Cetak Ulang Buku Pelajaran

Pramesti Regita Cindy
15 August 2026 17:30

Prof Abdul Mu'ti, di Gedung Kemendikdasmen, Selasa (11/11). (Bloomberg Technoz/Dinda Decembria)
Prof Abdul Mu'ti, di Gedung Kemendikdasmen, Selasa (11/11). (Bloomberg Technoz/Dinda Decembria)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, rencana pencetakan ulang sejumlah buku pelajaran sudah dilakukan jauh sebelum ada perintah khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Dia mengklaim, lembaganya memang menilai beberapa buku pendukung tersebut butuh sejumlah penyesuaian dan pemuktahiran.

"Buku-buku itu memang kami sebelum ada arahan Bapak Presiden, kami memang sudah ada perencanaan untuk melakukan penulisan ulang buku-buku teks selama ini yang dipakai," kata dia dikutip, Sabtu (15/08/2026).

Menurut dia, pencetakan ulang juga tak dilakukan pada semua buku pelajaran. Kementerian hanya akan melakukan penyesuaian pada buku teks pendukung atau bukan buku pelajaran langsung.
 
Rencananya, kata dia, buku-buku tersebut akan disesuaikan dengan perubahan standar isi buku pelajaran yang baru saja disepakati Kemendikdasmen. Soal konten, buku-buku tersebut juga akan diselaraskan dengan konsep pembelajaran mendalam atau deep learning.


Selain itu, sesuai arahan Prabowo, muatan buku-buku tersebut juga akan memperkuat muatan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) serta pendidikan karakter. 

"Juga ada penekanan [tentang] pendidikan nilai dan pendidikan karakter," ujar Abdul Mu'ti