Proyek ini diklaim akan melindungi 50 juta penduduk Pantura Jawa. Terlebih, sebanyak 38% produk domestik bruto (PDB) Indonesia disumbang oleh wilayah yang memiliki 70 kawasan industri, 5 kawasan ekonomi, dan menjadi poros logistik nasional ini.
Di Indonesia, proyek tanggul laut raksasa ini sudah mencuat sejak 2004, dan digagas pertama kali oleh Pemerintah DKI Jakarta di bawah kepemimpinan mantan Gubernur Fauzi Bowo pada 2007, tetapi mangkrak tanpa kejelasan dalam perkembangannya.
Giant Sea Wall dipandang solusi mengatasi kenaikan permukaan air laut dan penurunan tanah, sehingga mencegah wilayah Pantura Jawa, termasuk DKI Jakarta, tenggelam. Anggaran yang dibutuhkan saat itu mencapai Rp164 triliun untuk 30 km.
Pada 2014, semasa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian saat itu, Chairul Tanjung, dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak mencanangkan Implementasi Program Pengembangan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau disebut juga proyek Giant Sea Wall.
Pemerintah juga meminta Pemprov DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bekasi untuk menerapkan desain dan melaksanakan proyek tanggul laut tersebut dengan baik hingga selesai pada 2017.
Pada pengujung masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), proyek Giant Sea Wall sempat kembali digaungkan. Walakin, skenario pembangunan tanggul laut masih memerlukan analisis yang lebih mendalam, terutama terkait dengan dampak terhadap lingkungan serta detail skema pendanaan dan konsep kelembagaannya.
Konsep tanggul laut raksasa sebenarnya sudah banyak diterapkan di berbagai negara. Lantas, negara mana saja yang memiliki proyek serupa ini?
Belanda
Sistem pertahanan pesisir di Negeri Kincir Angin bernama Delta Works dan Maeslantkering yang terkenal setelah banjir besar pada 1953.
Direkapitulasi dari berbagai sumber, proyek pertahanan laut di Belanda ini mulai masif dikembangkan sejak awal 1950-an. Pada awal abad ke-20, proyek ini melibatkan penutupan teluk dangkal Zuiderzee untuk memisahkan daratan dari laut lepas.
Sistem pertahanan air Belanda menggabungkan bendungan, tanggul, dan pintu air gerak untuk menahan badai serta pasang air laut
Korea Selatan
Negeri Ginseng memiliki Saemangeum Seawall dengan panjang mencapai 33,9 kilometer di pesisir barat untuk pengendali air sekaligus kawasan ekonomi.
Proyek ini memecahkan rekor tanggul laut Zuiderzee Works di Belanda usai mulai konstruksi pada 1991 hingga rampung pada 2010 setelah sempat tertunda akibat masalah hukum dan lingkungan.
Saemangeum Seawall dibangun dengan tujuan mereklamasi lahan seluas sekitar 400 kilometer persegi bagi keperluan pertanian, kawasan industri, dan danau air tawar. Proyek ini juga dilengkapi dengan sejumlah areal parkir, tempat istirahat, anjungan pengamatan, dan Pelabuhan Bieung.
Jepang
Jepang membangun tembok laut masif di berbagai teluk dan wilayah pesisir rawan tsunami serta badai besar dengan panjang lebih dari 400 kilometer di pesisir timur. Biayanya menelan lebih dari 1,3 triliun yen dan mulai difokuskan pascabencana tsunami pada 2011.
Proyek tanggul laut Negeri Sakura dirancang setinggi hingga 10—15 meter untuk melindungi warga dari terjangan tsunami dan badai pasang laut
China
Negeri Panda juga memiliki sejumlah proyek tanggul laut raksasa di wilayah pesisir untuk menahan abrasi dan naiknya permukaan air laut.
China sendiri memiliki pengalaman sejarah yang luas terkait dengan struktur pertahanan pesisir berskala besar, seperti Tanggul Laut Huating di Shanghai yang telah berusia berabad-abad.
Tanggul laut tersebut terletak di Distrik Fengxian, Shanghai. Bangunan bersejarah ini membentang sepanjang 8,6 kilometer dan telah berusia lebih dari 300 tahun, serta sering disebut sebagai 'Tembok Besar Laut' China.
Italia
Italia memiliki sistem gerbang air raksasa Modulo Sperimentale Elettromeccanico or Experimental Electromechanical Module (MOSE) di Venesia untuk melindungi kota dari terjangan pasang air laut tinggi.
Berlokasi di Venesia, sistem ini terdiri dari 78 pintu gerbang bergerak yang melintasi tiga celah masuk air, yang dirancang untuk melindungi kota tersebut dari pasang naik dan banjir.
(wdh)






























