"Ini adalah bukti bahwa wilayah udara Latvia terlindungi," ujar Perdana Menteri Latvia Andris Kulbergs melalui platform X. "Di saat yang sama, insiden seperti ini mengingatkan kita untuk terus memperkuat kemampuan pengawasan dan anti-drone di perbatasan timur Latvia, agar kita dapat mendeteksi, mengidentifikasi, dan menetralkan setiap potensi ancaman secepat mungkin."
Pemerintahan Latvia sebelumnya runtuh pada Mei lalu setelah perdana menteri kala itu mengkritik tidak memadainya respons terhadap penerobosan drone Ukraina, yang kerap menyimpang dari jalur akibat gangguan sinyal. Saat ini, Latvia tengah mengucurkan investasi untuk memperkuat pertahanan anti-drone serta membeli radar-radar baru guna mengantisipasi ancaman di masa depan secara lebih baik.
(bbn)

































