Logo Bloomberg Technoz

Ukraina telah mengalihkan fokus serangan drone-nya dari kapal tanker minyak ke pabrik-pabrik penghasil bahan bakar setelah jeda singkat pada Juli yang memberi waktu bagi kilang-kilang Rusia untuk melakukan perbaikan dan meningkatkan tingkat pemrosesan.

Bersama dengan langkah-langkah pemerintah—termasuk larangan ekspor untuk sebagian besar bensin dan solar serta subsidi bahan bakar impor—periode jeda tersebut membantu meredakan krisis bahan bakar nasional yang telah membuat banyak pengemudi harus mengantre berjam-jam di SPBU.

Paruh pertama Agustus, Ukraina menyerang delapan lokasi kilang minyak Rusia. (Bloomberg)

Pada awal bulan ini, berbagai wilayah di Rusia telah meningkatkan alokasi bahan bakar atau bahkan mencabut pembatasan pembelian, sementara harga bensin dan solar di SPBU sempat turun.

Kembalinya serangan Ukraina kembali menekan pasokan. Sejauh bulan ini, Kyiv telah menyerang 10 dari 34 kilang minyak besar—sebagian besar terkait dengan produsen minyak utama Rusia—berdasarkan data Bloomberg yang merangkum pernyataan resmi dari kedua negara. Sebagian besar fasilitas yang terkena serangan ini juga pernah menjadi sasaran pada awal tahun ini.

Beberapa wilayah yang terletak jauh lebih dekat ke Moskwa atau perbatasan dengan Ukraina melaporkan adanya penurunan pasokan bahan bakar pada awal pekan ini, setelah beberapa kilang yang memasok bensin dan solar ke wilayah Rusia bagian Eropa rusak akibat serangan Ukraina.

Hal ini dapat memicu lonjakan harga bahan bakar lagi, yang berpotensi menimbulkan masalah politik bagi Kremlin menjelang pemilihan parlemen di seluruh Rusia bulan depan.

Raksasa energi Rosneft PJSC mengurangi batas pasokan bensin ke wilayah Kostroma pada akhir pekan lalu menyusul serangan pada 6 Agustus terhadap kilang minyak Yaroslavl—salah satu yang terbesar di Rusia—ujar Gubernur Sergey Sitnikov pada Senin.

Gubernur wilayah Voronezh, sekitar 470 kilometer di selatan Moskwa, juga memperingatkan pekan ini mengenai memburuknya pasokan bahan bakar.

“Tidak ada indikasi bahwa situasi ini akan membaik dalam waktu dekat,” kata Alexander Gusev, sambil menambahkan bahwa situasinya diperparah oleh perusahaan-perusahaan yang mengalihkan pasokan bahan bakar ke wilayah lain negara “di mana masalahnya bahkan lebih parah.”

Wilayah tetangga Lipetsk kembali memberlakukan sistem pembatasan berdasarkan nomor pelat kendaraan pada Kamis, di mana aturan tersebut berlaku di SPBU yang dikelola oleh Gazprom PJSC, Lukoil PJSC, Rosneft, dan Teboil, kata Gubernur wilayah Igor Artamonov.

(bbn)

No more pages