Bursa Asia Berubah Merah Ikut IHSG, Konflik Timur Tengah Jadi Isu
Muhammad Julian Fadli
13 August 2026 18:55

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Asia berbalik melemah, turut menyusul Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sentimen kurang positif datang dari konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang enggan mereda, Presiden Donald Trump tetap mempertahankan sanksi AS, hingga blokade di Selat Hormuz, jadi isu.
Pada Kamis (13/8/2026), IHSG ditutup di posisi 6.301 usai kehilangan 72,08 poin (1,13%) dibanding penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Tutup dagang hari Ini, Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam) memimpin pelemahan dengan terpeleset paling dalam, lalu PSEi (Filipina), IHSG (Indonesia), Shenzhen Comp. (China), CSI 300 (China), Shanghai Composite (China), KLCI (Malaysia), Hang Seng (Hong Kong), dan Straits Time (Singapura), yang masing–masing ambles mencapai 1,54%, 1,23%, 1,13%, 0,97%, 0,57%, 0,5%, 0,4%, 0,17%, dan 0,01%.
Sedang, sementara itu KOSPI (Korea Selatan), NIKKEI 225 (Jepang), TW Weighted Index (Taiwan), TOPIX (Jepang), KOSDAQ (Korea), SENSEX (India), dan SETI (Thailand), berhasil mempertahankan tren penguatan, dengan masing–masing terapresiasi 3,56%, 1,16%, 1,11%, 0,89%, 0,29%, 0,15%, dan 0,11%.
Melemahnya sejumlah Bursa Saham Asia imbas konflik Timur Tengah yang enggan mereda. Presiden AS Donald Trump tetap mempertahankan sanksi AS, blokade, serta pengawalan kapal; melakukan serangan terbatas; dan terus mengeluarkan berbagai ancaman, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.






























