Penjualan berdasarkan mata uang konstan naik menjadi €720 juta pada kuartal yang berakhir Juni, sedikit di atas perkiraan. Pertumbuhan penjualan mencapai 14% di Amerika, 23% di kawasan Asia-Pasifik, serta 15% di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.
Margin laba kotor Birkenstock yang disesuaikan sebesar 59,2% seharusnya bisa lebih tinggi, tetapi tertekan oleh fluktuasi mata uang dan tarif perdagangan AS, menurut perusahaan. Birkenstock membeli kembali sahamnya senilai €230 juta pada Juni dan berencana melakukan pembelian kembali tambahan.
Pekan lalu, Birkenstock mengumumkan dewan direksi akan menunjuk anggota independen baru untuk menggantikan Alexandre Arnault, yang mengundurkan diri karena memiliki komitmen lain.
Arnault merupakan putra miliarder Prancis Bernard Arnault, yang membangun konglomerasi barang mewah LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton SE. Perusahaan investasi milik Arnault, Financiere Agache, tetap menjadi salah satu investor utama di Birkenstock.
Perusahaan asal Jerman tersebut, yang akarnya dapat ditelusuri hingga akhir abad ke-18, tengah berupaya memperluas pangsa pasar ketika para pesaing menghadapi kesulitan akibat tarif perdagangan dan berbagai kendala lainnya.
Birkenstock mendapat keuntungan dari meningkatnya permintaan terhadap produk sneakers tertutup, sepatu bot, clog, dan sandal selop, yang kerap dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan sandal klasiknya.
Perusahaan juga memperluas lini alas kaki berbahan plastik dengan harga lebih terjangkau. Produk tersebut menarik pelanggan baru sekaligus mendorong konsumen lama untuk membeli lebih banyak pasang yang dirancang untuk digunakan di pantai.
(dec)






























