Logo Bloomberg Technoz

Sanksi Ekonomi Jadi Taktik Baru AS Usai Negosiasi Iran Buntu

News
13 August 2026 14:40

Donald Trump (Valerie Plesch/Bloomberg)
Donald Trump (Valerie Plesch/Bloomberg)

Magdalena Del Valle - Bloomberg News

Bloomberg, Kampanye militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran sejauh ini belum berhasil memaksa rezim tersebut untuk menyerah. Kini, pemerintahan Presiden Donald Trump kembali bertaruh pada strategi lama, yaitu melumpuhkan Iran melalui tekanan ekonomi secara masif.

Di tengah keterbatasan amunisi serta keengganan untuk memperpanjang perang yang kurang populer di mata publik, Trump dan jajaran pejabat tingginya kembali menerapkan taktik lama terhadap rezim Iran. Mereka mengandalkan peningkatan sanksi ekonomi secara bertahap serta blokade laut guna memangkas ekspor minyak negara tersebut.


Penerapan kembali tekanan ekonomi ini—yang pada periode pertama kepemimpinan Trump dikenal dengan istilah "Maximum Pressure"—menjadi pembalik arah yang signifikan. Padahal, hanya beberapa hari sebelumnya, AS sempat mengancam akan meningkatkan intensitas kampanye militernya setelah hampir enam bulan berkonflik dengan Teheran.

Meski pendekatan ini gagal membuahkan hasil yang diharapkan Trump sebelum tahun 2020, dia dan timnya optimistis strategi tersebut akan berhasil kali ini.