Logo Bloomberg Technoz

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar bagi pengembangan ekspor otomotif Indonesia. Namun, akses ke pasar Meksiko masih menghadapi tantangan karena Indonesia belum memiliki perjanjian perdagangan dengan negara tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Budi mendorong PT TMMIN untuk mengoptimalkan pasar-pasar yang telah memiliki perjanjian dagang dengan Indonesia, termasuk Peru melalui skema Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA) yang sudah diimplementasikan.

Ia juga menambahkan, perjanjian dagang Indonesia dengan negara-negara mitra juga berperan memperkuat akses di pasar-pasar tujuan ekspor utama, salah satunya, kawasan Teluk. Pemerintah terus mengupayakan penyelesaian kerja sama perdagangan dengan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) yang ditargetkan selesai tahun ini.

"Kami terus mendorong penyelesaian kerja sama perdagangan dengan GCC. Kami harapkan prosesnya dapat selesai paling lambat November ini sehingga akses pasar bagi produk Indonesia di kawasan Teluk dapat semakin diperkuat," tutur Budi.

Tak luput ia juga menegaskan, pemerintah tetap terbuka terhadap berbagai masukan dari pelaku usaha dan akan terus menjaga komunikasi agar setiap kendala yang dihadapi dunia usaha dapat segera ditindaklanjuti serta dikoordinasikan dengan Kementerian maupun Lembaga terkait. 

Sebelumnya, dalam Seminar di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Selasa (4/8/2026), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sendiri juga telah berjanji akan mendukung investasi Toyota di Indonesia, namun ia meminta pabrikan Jepang tersebut membawa manufakturisasi Toyota di Thailand ke Tanah Air.

"Saya akan berikan kepada Anda setiap insentif yang Anda inginkan. Kita kan negara paling besar di Asia, kenapa pusatnya di Thailand. Mungkin di masa lalu, kami belum memberikan insentif yang cukup bagi investor asing atau mungkin iklim investasi kurang baik," kata Purbaya.

"Kami akan memperbaiki hal tersebut secara serius dalam beberapa waktu ini dan akan memberikan insentif yang cukup untuk Anda memindahkan fasilitas produksi Anda dari Thailand ke Indonesia."

(prc/ell)

No more pages