Bloomberg Technoz telah menghubungi sekretaris perusahaan PT Petrosea Tbk (PTRO) Anto Broto ihwal transaki tutup sendiri tersebut. Hanya saja, permohonan konfirmasi belum ditanggapi sampai berita tayang.
PTRO belakangan menyelesaikan partisipasi dalam rights issue yang dilakukan SINI sekitar Rp1,19 triliun. Lewat penyertaan modal itu, PTRO kini memegang 19,88% saham SINI.
Selain itu, PTRO juga melepas saham PT Keliau Mulia Sakti kepada SINI. Perusahaan yang dilepas itu memiliki saham PT Cristian Eka Pratama, pemegang izin usaha pertambangan operasi produksi batu bara di Kutai Barat, Kalimantan Timur.
PT Cristian Eka Pratama kini menjadi bagian dari portofolio SINI setelah menggunakan dana hasil rights issue PTRO tersebut.
Kehadiran PT Cristian Eka Pratama akan melengkapi aset pertambangan SINI yang lebih dahulu mengelola PT Persada Kapuas Prima (PKP), PT Pasir Bara Prima (PBP), PT Pesona Bara Cakrawala (PBC) dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP).
Portofolio tambang batu bara itu berada di Kalimantan Tengah yang juga menjadi klien dari PTRO.
“Ke depan, kami meyakini bahwa industri pertambangan batu bara tetap menjadi tulang punggung sumber energi yang terjangkau, serta mendukung ketahanan energi nasional,” kata Presiden Direktur PTRO Michael selepas esekusi rights issue SINI bulan lalu.
Adapun, transaksi tutup sendiri itu terjadi di tengah rencana pengendali PTRO, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) untuk mengakuisisi saham mayoritas SINI.
Akhir Desember 2025, manajemen CUAN mengumumkan rencana untuk mengakuisisi minimal 51% saham SINI lewat afiliasinya.
Setelah menjadi pemegang saham pengendali SINI, Petrindo secara konsolidasi akan memiliki sejumlah konsesi tambang batu bara dengan total nilai reserve 378 juta ton thermal dan metallurgical coal.
Mengutip data pemegang saham per 4 Agustus 2026, CUAN lewat PTRO dan Kreasi Jasa Persada telah menguasai 27,78% saham SINI. Adapun, Happy Hapsoro memegang 3,89% saham SINI atas nama pribadi.
Sementara itu, pengendali SINI saat ini PT Autum Prima Indonesia, Ever Grace International Trading Limited dan Batubara Development Pte.Ltd masing-masing memegang 16,99%, 7,48% dan 6,2%.
Pemegang saham SINI dalam jumlah besar lainnya di antaranya Deli Indonesia Raya 2,49%, Susan Hioe 1,37%, Albert Kurniawan Budi S 1,23% dan Tomy Goretha 1,12%.
Penerima manfaat akhir SINI saat ini di antaranya Limas Ananto, Hendrikus Yulidar Putra Karim dan Happy Hapsoro.
(naw)
































