"Kami juga menghimbau kepada para siswa, dan juga memohon kepada Bapak Ibu Guru untuk juga memberitahu kepada peserta didik, siswa-siswa di kelasnya untuk kemudian tidak membawa pulang menu makanan MBG ke rumah," ujarnya.
Sudaryono menyebut BGN menemukan sejumlah kasus keracunan yang melibatkan makanan MBG yang dibawa pulang ke rumah. Bahkan, dalam beberapa kasus, orang tua siswa yang turut mengonsumsi makanan tersebut juga mengalami keracunan.
"Karena makanan yang dibawa pulang ke rumah, kita tidak tahu kualitasnya, tidak tahu kerusakannya yang bisa jadi dikhawatirkan menimbulkan keracunan bagi siswa yang mengkonsumsi, dan bahkan di beberapa kasus keracunan yang kami temukan, bahkan orang tua siswa yang mengkonsumsi MBG di rumah itu kemudian juga mengalami keracunan," jelasnya.
Dia menegaskan BGN akan terus memperkuat pelayanan, pengawasan, monitoring, dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan aman.
"Kami, Badan Gizi Nasional terus meningkatkan pelayanan, pengawasan, monitoring, dan kolaborasi dari semua pihak agar program ini berjalan dengan baik, dengan zero toleran terhadap kasus keracunan," pungkas Sudaryono.
(dec)
































