PNBP Minerba Moncer Saat Pertambangan Kontraksi, Apa Risikonya?
Sabrina Mulia Rhamadanty
11 August 2026 14:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – Industri pertambangan nasional menghadapi tekanan akibat pemangkasan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026, tetapi setoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batubara (minerba) dilaporkan justru menguat.
Menanggapi fenomena tersebut, Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar menilai lonjakan setoran PNBP minerba ke kas negara di tengah penurunan kinerja operasional industri pertambangan menyimpan potensi masalah teknis maupun legalitas yang patut diwaspadai pemerintah.
Menurut Bisman, situasi kontradiktif ini dipicu oleh dorongan agresif pemerintah dalam mengejar target penerimaan negara.
Langkah tersebut dinilai menciptakan fenomena 'overstretching' atau pemaksaan kapasitas fiskal terhadap pelaku usaha tambang yang sedang tertekan.
"Secara teori ekonomi industri pertambangan, kontraksi sektoral seharusnya berbanding lurus dengan penurunan PNBP. Jika produksi turun, tetapi PNBP justru melesat, artinya ada potensi overstretching ke para pelaku usaha tambang,” kata Bisman saat dihubungi, Selasa (11/8/2026).

































