Mengutip laporan ETNews pada Juli 2026, Samsung menetapkan target produksi sekitar 2,8 juta panel untuk Galaxy Z Fold 8. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan target sekitar 2 juta unit untuk Galaxy Z Fold 8 Ultra dan 1,5 juta unit untuk Galaxy Z Flip 8.
Keputusan tersebut menunjukkan Samsung sejak awal memperkirakan model Fold 8 dengan layar lebih lebar akan mendapatkan respons pasar yang lebih kuat dibandingkan model Fold 8 Ultra yang mempertahankan bentuk Fold konvensional.
Samsung mencatat seri Galaxy Z8, yang terdiri dari Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Ultra dan Galaxy Z Flip, menghasilkan 1,44 juta pre-order di Korea Selatan sepanjang periode 28 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Angka tersebut menjadi rekor pre-order tertinggi untuk smartphone Galaxy di Korea Selatan, bahkan melampaui rekor seri Galaxy Note10 yang mencapai sekitar 1,38 juta unit pada 2019.
Galaxy Z Fold8 menjadi penyumbang terbesar. Sekitar 70% dari total pre-order seri Z8 di Korea Selatan disebut berasal dari lini Fold, dengan Fold8 reguler menjadi model yang paling banyak diminati.
Samsung juga mencatat respons positif di pasar Eropa. Menurut Counterpoint Research, pre-order global seri Galaxy Z8 meningkat lebih dari 30% dibandingkan generasi sebelumnya. Korea Selatan mencatat pertumbuhan 39%, sedangkan Eropa naik lebih dari 20%. Di Eropa, Galaxy Z Fold8 menyumbang sekitar 40% dari seluruh pre-order seri Galaxy Z terbaru Samsung.
Baca Juga: Ulik Beda Galaxy Z Fold 8, Pixel 10 Pro Fold & Huawei Pura X Max
Kinerja tersebut menjadi penting karena pasar smartphone lipat selama ini masih berada di ceruk premium dibandingkan smartphone konvensional.
Galaxy Z Fold 8 diperkenalkan Samsung pada 22 Juli 2026 bersama Galaxy Z Fold 8 Ultra dan Galaxy Z Flip 8.
Untuk pertama kalinya, Samsung membagi lini Fold menjadi dua pendekatan desain. Fold 8 menggunakan format lebih lebar, sedangkan Fold 8 Ultra mempertahankan desain Fold yang lebih tinggi dan ditujukan untuk pengguna yang menginginkan layar besar dengan spesifikasi lebih tinggi.
Samsung menyebut Galaxy Z Fold 8 memiliki bobot 201 gram, menjadikannya perangkat Fold paling ringan yang pernah dibuat perusahaan. Ketika dibuka, perangkat memiliki ketebalan sekitar 4,5 milimeter, sementara layar bagian dalam berukuran 7,6 inci dengan rasio 4:3.
Perangkat tersebut menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dan baterai 4.800 mAh. Samsung mengklaim baterai dapat digunakan untuk pemutaran video hingga 26 jam.
Desain lipatan mirip paspor 4:3 menjadi salah satu perubahan paling penting. Dengan bentuk yang lebih lebar ketika dibuka, Samsung mencoba membuat layar foldable lebih menyerupai tablet kecil sekaligus mempertahankan ukuran yang lebih praktis ketika perangkat ditutup.
Bloomberg News dalam laporan ulasan menyebut Z Fold 8 amat nyaman, asyik kala digunakan, serta tidak buat ibu jari lelah. Perangkat ini berperan sebagai "laptop" mini hingga bisa meningkatkan produktivitas. Sementara itu, The Guardian dalam ulasan serupa menginatkan bahwa bentuk yang lebih pendek dan lebar juga membuat penggunaan dengan satu tangan serta aktivitas mengetik menjadi tantangan tersendiri.
Samsung juga memperbaiki konstruksi layar dan engsel. Fold 8 menggunakan struktur Flex Titanium di bawah layar serta FlexHinge yang diperbarui. Perusahaan mengklaim perangkat lebih tipis dan ringan dibandingkan generasi sebelumnya tanpa mengorbankan daya tahan.
Kinerja awal Galaxy Z Fold 8 menjadi sinyal penting bagi Samsung di tengah meningkatnya persaingan smartphone lipat.
Samsung selama ini menjadi salah satu pemain paling awal di pasar foldable dan telah mengembangkan lini Galaxy Z Fold melalui beberapa generasi. Namun, perusahaan kini menghadapi kompetisi yang semakin agresif dari produsen China seperti Huawei, Oppo dan Honor yang berlomba menghadirkan perangkat lebih tipis, ringan serta dengan kapasitas baterai lebih besar.
Huawei bahkan telah memperkenalkan perangkat tri-fold, sementara sejumlah produsen China mendorong desain foldable yang semakin tipis.
Samsung karena itu tidak hanya berupaya mempertahankan posisi di pasar foldable, tetapi juga mengubah bentuk perangkat tersebut.
Alih-alih sekadar meningkatkan spesifikasi dari generasi sebelumnya, Fold 8 membawa pendekatan layar yang berbeda. Keputusan tersebut tampaknya mendapatkan respons awal yang cukup kuat dari konsumen.
Jika laporan penambahan produksi 1 juta unit tersebut terbukti, Samsung akan memproduksi hampir 4 juta Galaxy Z Fold8 sepanjang 2026. Angka itu berpotensi menjadikan Fold8 sebagai salah satu model foldable paling banyak diproduksi Samsung tahun ini.
Permintaan tersebut juga menunjukkan bahwa smartphone lipat mulai bergerak dari sekadar produk eksperimental menuju kategori yang memiliki basis konsumen yang semakin jelas.
(fik/wep)
































