Logo Bloomberg Technoz

“Emas masih berada dalam fase eksplosif dalam proses pembentukan harganya,” kata Michael Hsueh, analis riset di Deutsche Bank.

Bank tersebut memperkirakan harga emas mencapai US$4.700 per troy ons pada akhir tahun, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar US$4.600 per troy ounce pada kuartal IV.

Bank sentral China juga dikabarkan meningkatkan penambahan cadangan emasnya bulan lalu. Cadangan emas bank sentral ini meningkat sebesar 640.000 ons, atau sekitar 20 ton, pada Juli. 

Hal ini menandai bulan ke-21 berturut-turut penambahan cadangan, menurut data dari People’s Bank of China (PBOC) yang dirilis pada Jumat.

Sementara, menurut laporan Goldman Sachs pada Senin, meningkatnya permintaan dari bank-bank sentral, terutama People’s Bank of China (PBOC), seharusnya membantu harga emas kembali menguat.

Namun, laporan ini juga menyebut harga emas masih berpotensi tertekan sementara karena pergerakan harga di pasar energi dan tingkat suku bunga. 

Di tengah rezim hawkish, harga emas biasanya cenderung tertekan. Sebab, emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi. 

(dsp)

No more pages