Investasi lainnya mencakup dana sebesar US$400 juta yang disalurkan Pentagon kepada Sunrise Energy Metals Ltd untuk memperluas produksi skandium di Australia—bahan yang sangat penting bagi industri dirgantara dan pertahanan—serta US$150 juta untuk Niron Magnetics Inc, perusahaan logam tanah jarang asal Minnesota.
Bank Ekspor-Impor juga berupaya menyediakan pembiayaan lebih dari US$1 miliar untuk proyek tembaga Santa Cruz milik Ivanhoe Electric Inc di Arizona—bagian dari perjanjian yang telah diumumkan sebelumnya—bersama dengan investasi sebesar US$25 juta untuk memulai operasi tambang grafit di Alabama.
Presiden juga menyambut baik rencana pengalokasian dana lebih dari US$180 juta untuk memperkuat program pendidikan bagi industri tersebut, mengatakan bahwa langkah itu akan "melatih generasi penerus penambang Amerika."
Trump menyatakan upayanya ini akan memastikan AS "tidak akan pernah lagi bergantung pada negara asing yang memusuhi kita demi mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan negara kita untuk mendominasi di masa depan."
Presiden dijadwalkan akan didampingi oleh para eksekutif dari perusahaan-perusahaan terkemuka, termasuk Rio Tinto Group, BHP Group, dan Freeport-McMoRan Inc, MP Materials Corp, USA Rare Earth Inc, Energy Fuels Inc, US Antimony Corp, serta The Metals Company.
Acara ini menyoroti upaya pemerintah untuk memacu pengembangan dan pengolahan mineral kritis di AS menjelang rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Washington pada September.
Trump menyatakan bahwa di bawah pemerintahannya, tambang-tambang dalam negeri kembali beroperasi dengan pesat, termasuk apa yang disebutnya sebagai tambang logam tanah jarang pertama di Amerika dalam lebih dari 70 tahun serta pembangunan pabrik peleburan aluminium baru pertama sejak tahun 1980.
Meski ada gencatan perdagangan yang melonggarkan kontrol ekspor terhadap mineral kritis dan magnet—komponen penting bagi berbagai industri mutakhir—logam tanah jarang tetap menjadi sumber ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.
AS berupaya menjalin kemitraan dengan perusahaan-perusahaan dalam negeri untuk membangun rantai pasok yang mandiri dari China, mulai dari tahap penambangan hingga produksi magnet.
Ramón Barúa, CEO Aclara Resources Inc yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menyebut acara itu sebagai sinyal bahwa pemerintah siap untuk "berupaya sekuat tenaga mendukung inisiatif pertambangan."
Pemerintah federal telah menjanjikan investasi lebih dari US$10 miliar dalam upaya untuk memacu pasar logam tanah jarang dan magnet permanen yang baru berkembang di AS.
Pentagon memulai investasi besar-besaran ini lebih dari setahun lalu dengan mengumumkan akuisisi saham preferen senilai US$400 juta di MP Materials—satu-satunya produsen logam tanah jarang dalam negeri—dan sejak saat itu AS telah mengumumkan berbagai proyek lain yang didukung oleh pemerintah.
Walau skala pengembangan sektor mineral kritis AS sangat besar, terdapat tantangan serius dan kemajuan yang lambat dalam mengembangkan industri dalam negeri ini.
Pendanaan untuk institusi pendidikan ini muncul di tengah tantangan yang dihadapi sektor pertambangan AS, yaitu tenaga kerja yang menua dan terbatasnya pasokan insinyur, ahli geologi, ahli metalurgi, dan pekerja lain dengan keahlian khusus.
Sekolah-sekolah pertambangan telah mengalami penurunan jumlah pendaftar dan minat terhadap industri ini selama beberapa dekade, sehingga perusahaan harus bersaing memperebutkan kelompok talenta yang relatif kecil tepat pada saat AS berupaya memperluas produksi mineral kritis dalam negeri secara pesat.
Tantangan tenaga kerja ini terasa sangat mendesak karena proses pengoperasian tambang baru bisa memakan waktu bertahun-tahun; artinya, perusahaan perlu membangun pasokan talenta jauh sebelum proyek-proyek tersebut mulai berproduksi.
Pemerintah AS juga telah berupaya mendanai proyek-proyek pertambangan di Afrika dan Amerika Selatan sebagai upaya untuk melonggarkan cengkeraman Beijing atas mineral-mineral kritis.
Pada Jumat, US International Development Finance Corp menyatakan akan menyamai investasi sebesar US$4,8 juta di Harena Rare Earths Plc untuk mengembangkan tambang logam tanah jarang di Madagaskar, yang akan memasok berbagai material—termasuk logam untuk pembuatan magnet—bagi sektor manufaktur AS.
"Kita telah bersikap pasif dan tidak sadar akan situasi ini selama masa pemerintahan berbagai presiden," ujar miliarder sektor pertambangan Robert Friedland, yang perusahaannya—Ivanhoe Electric dan Sunrise Energy Metals—mendapat sorotan dari Trump pada Jumat terkait pendanaan. "Hal ini sangat krusial bagi keamanan nasional kita."
(bbn)



























