Logo Bloomberg Technoz

Induk perusahaan Google dan YouTube ini menyampaikan kepada para investor melalui dealer obligasi pada hari Kamis bahwa mereka berencana menerbitkan utang dalam mata uang AS dua kali setahun.

Informasi ini disampaikan oleh sejumlah sumber yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena mereka tidak diperbolehkan berbicara secara terbuka. 

Pesan tersebut tampaknya bertujuan untuk meredakan kekhawatiran investor mengenai kemungkinan adanya penjualan obligasi teknologi tambahan di masa mendatang.

Perusahaan menjual obligasi dalam 10 seri, dengan jangka waktu jatuh tempo mulai dari dua hingga 40 tahun. Premi imbal hasil untuk tenor terpanjang berada di angka 1,3 poin persentase di atas obligasi pemerintah AS (Treasuries), lebih rendah dibandingkan kisaran awal sebesar 1,55 poin persentase.

"Transaksi-transaksi seperti ini memerlukan konsesi yang lebih tinggi karena minat investor yang mulai melunak," ujar Tony Trzcinka, manajer portofolio di Impax Asset Management. Perusahaan dan bank yang mengelola transaksi tersebut—Bank of America Corp., Citigroup Inc., Goldman Sachs Group Inc., JPMorgan Chase & Co., Morgan Stanley, dan Wells Fargo & Co.—menolak berkomentar atau tidak menanggapi permintaan komentar.

Alphabet menetapkan harga untuk obligasi senilai US$20 miliar pada bulan Februari, sebuah kesepakatan yang menarik minat permintaan sekitar US$103 miliar. Perusahaan kemudian menerbitkan surat utang dalam mata uang franc Swiss, poundsterling Inggris, euro, dolar Kanada, dan yen Jepang—dengan total penjualan utang yang pada akhirnya melampaui US$50 miliar pada paruh pertama tahun ini. Perusahaan juga menjual saham senilai hampir US$85 miliar.

Obligasi dalam mata uang dolar dari kesepakatan bulan Februari tersebut melemah pada hari Kamis dan diperdagangkan dengan selisih imbal hasil (spread) yang lebih lebar dibandingkan saat penetapan harga awal, menurut data Trace.

Minat investor terhadap utang terkait AI untuk mendanai belanja modal sempat mereda pada bulan Juli ketika Alphabet menaikkan perkiraan belanja hingga mencapai US$205 miliar, angka yang lebih dari dua kali lipat dibandingkan perkiraan pengeluaran tahun 2025.

Belanja modal tersebut berkontribusi pada kondisi Alphabet yang mencatatkan arus kas negatif untuk pertama kalinya sejak penawaran umum perdana (IPO) tahun 2004.

Sebuah perusahaan yang terafiliasi dengan BlackRock Inc. pekan lalu menjual obligasi senilai US$12,5 miliar yang terkait dengan proyek pusat data Meta Platforms Inc. di Texas. Permintaan awal tergolong lesu, dan kesepakatan tersebut merupakan transaksi obligasi berkualitas tinggi yang jarang terjadi karena penetapan harganya dilakukan tepat pada angka penawaran awal.

Hal ini terjadi setelah adanya minat yang rendah terhadap penawaran obligasi Amazon.com Inc. serta pelebaran selisih imbal hasil di pasar sekunder untuk surat utang terkait AI yang baru diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan seperti SpaceX.

Alphabet termasuk di antara delapan perusahaan yang menjual obligasi berkualitas tinggi pada hari Kamis. Volume penjualan minggu ini telah mencapai US$80 miliar, angka tertinggi ketiga tahun ini, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.

(bbn)

No more pages