Pertambangan Kontraksi Lagi Q2, Kadin Sebut Efek Pemangkasan RKAB
Azura Yumna Ramadani Purnama
06 August 2026 15:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai kontraksi sektor usaha pertambangan pada kuartal II-2026 dipengaruhi pemangkasan kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.
Wakil Ketua Umum Bidang Keanggotaan Kadin Widiyanto Saputro mencontohkan, dalam kajian organisasinya, pemangkasan kuota produksi bijih nikel di RKAB 2026 menjadi sekitar 260—270 juta ton menimbulkan potensi hilangnya ekspor sekitar 3,5—5 juta ton produk olahan nikel.
Meskipun begitu, Widiyanto mengaku masih optimistis sektor pertambangan dapat tumbuh positif pada sisa tahun berjalan.
Terlebih, kata dia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah membuka kesempatan revisi kuota produksi RKAB pada 1—31 Juli 2026.
“Salah satu poin yang menjadi tiga besar isu yang disuarakan oleh dunia usaha itu memang terkait dengan hal ini [pemangkasan RKAB],” kata Widiyanto dalam Grand Seminar Mining Hipmi, Kamis (6/8/2026).





























