Australia sedang berada di tengah-tengah pembangunan pusat data besar-besaran, dengan investasi baru yang besar membantu menopang perekonomian.
Namun, seperti di AS dan negara-negara lain, ledakan tersebut memicu kekhawatiran masyarakat yang semakin meningkat mengenai bagaimana pusat data tersebut akan dialiri listrik dan dari mana air untuk mendinginkannya akan berasal.
“Kami akan menggunakan semua kewenangan yang dimiliki Pemerintah Federal, termasuk UU federal, untuk memastikan bahwa rumah tangga Australia dan keandalan pasokan energi Australia diutamakan, meski beberapa negara bagian memiliki pandangan yang berbeda,” kata Bowen. Negara bagian tidak akan dapat menurunkan standar nasional tersebut, tambahnya.
Para menteri energi federal, negara bagian, dan wilayah mengadakan pertemuan daring bulan lalu untuk membahas inisiatif tersebut, di mana Queensland dan Wilayah Utara menentang sebagian besar langkah yang diusulkan, termasuk penerapan seperangkat peraturan nasional, menurut pernyataan pemerintah federal saat itu.
“Kami berharap dapat membahas pendekatan Queensland di Kabinet Nasional,” kata Menteri Keuangan dan Menteri Energi Queensland, David Janetzki dalam pernyataan pada Rabu.
“Peta Jalan Energi Queensland menerapkan pendekatan yang dipimpin pasar, dan kami tidak akan memaksakan investasi yang tidak ekonomis ke dalam sistem yang pada akhirnya akan berdampak pada kenaikan harga bagi rumah tangga dan pelaku bisnis.”
Australia termasuk di antara sejumlah negara yang semakin banyak berusaha mengatur kecerdasan buatan tanpa menghambat inovasi, sekaligus memastikan pasokan listrik yang memadai bagi pusat data yang sangat boros energi dan menjadi fondasi teknologi tersebut.
Pusat data menggunakan 2% dari total konsumsi listrik nasional, menurut regulator, yang memperkirakan angka ini akan naik menjadi 6% pada tahun 2030, kata Bowen.
“Pusat data dipersilakan asalkan mereka membawa sumber energi terbarukan tambahan sendiri,” katanya.
Albanese akan mengumumkan detail lebih lanjut segera, tetapi pemerintah federal sudah mulai merumuskan aturan untuk memastikan bahwa biaya penyambungan pusat data ke jaringan listrik tidak dibebankan kepada rumah tangga, kata Bowen.
“Jika Anda yang menyebabkan biaya tersebut, Anda yang akan menanggung biayanya,” katanya, sambil menambahkan bahwa tidak ada negara lain yang memastikan rumah tangga tidak menanggung biaya pusat data baru.
Proyek-proyek tersebut akan diwajibkan untuk membuktikan bahwa mereka sepenuhnya mengimbangi penggunaan listrik mereka dengan sumber energi terbarukan yang mungkin tidak akan dibangun jika tidak ada proyek tersebut, kata Bowen.
(bbn)





























