Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

IHSG Menguat Efek Data Ekonomi RI yang Lampaui Ekspektasi

Muhammad Julian Fadli
05 August 2026 13:09

Pelajar di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pelajar di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat di zona hijau pada Sesi I dengan terapresiasi 0,69% di posisi 6.363 pada Rabu (5/8/2026). Sentimen pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II–2026 yang tercatat tumbuh 5,29% year–on–year jadi katalisnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II–2026 berhasil tumbuh 5,29% year–on–year/yoy. Ekonomi domestik berhasil menguat lebih tinggi dibanding kuartalan dan tahun sebelumnya, serta jauh lebih optimistis dari estimasi pasar.

Pada Rabu (5/8/2026), BPS melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) dalam negeri tumbuh mencapai 5,29% pada kuartal kedua tahun ini secara yoy. Secara kuartalan (quarter–to–quarter/qtq), ekonomi Indonesia pada kuartal II–2026 mengalami peningkatan 3,73%, setelah sempat terkontraksi 0,77% pada kuartal pertama. 


Secara kumulatif, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,45% pada semester I 2026.

Adapun konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh 5,14% yoy pada kuartal II–2026. Dibanding dengan tahun sebelumnya (year–on–year/yoy), menurut survei Bloomberg terhadap 34 ekonom/analis.