M. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat Rp6.552,1 triliun, dan atas dasar harga konstan Rp3.576,2 triliun.
“Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 secara tahunan dibanding kuartal II-2025 tumbuh 5,29%. Kinerja ini ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik,” papar Edy dalam Konferensi Pers, Rabu (5/8/2026).
Edy menyebut, pertumbuhan ekonomi tersebut juga lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi pada kuartal II–2025 yang saat itu tercatat 5,12% yoy.
Sepanjang perdagangan saham di Sesi I IHSG langsung melesat di zona penguatan merespons pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh 5,29% lampaui ekspektasi, dengan kenaikan tertinggi mencapai 6.367. Laju terendah IHSG berada di level 6.316.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp7,88 triliun. Sepanjang pagi hingga siang hari ini terdapat 20,66 miliar saham yang ditransaksikan. Tercatat ada penguatan 436 saham dan 179 saham terjadi pelemahan. Sisanya 172 saham stagnan.
Saham–saham barang baku, saham kesehatan, dan saham properti menjadi pendorong utama IHSG melesat di zona hijau dengan kenaikan 2,33%, 1,94%, dan 1,84%. Disusul oleh saham teknologi yang menghijau 1,79%. Sedang, saham konsumen primer mengalami penguatan 1,28%.
Penguatan optimistis juga turut didorong oleh saham LQ45 yang didukung oleh menguatnya harga saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menanjak 9,52%, dan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang lompat 7,55%. Serta saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melesat 5,88%.
Adapun saham–saham LQ45 berikut ini juga jadi pendorong penguatan IHSG, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melaju 4,76% dan saham PT Indika Energy Tbk (INDY) juga terangkat di zona hijau dengan kenaikan 4,76%. Serta saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menguat 4,21%.
Rilisnya data pertumbuhan PDB Indonesia yang tercatat 5,29% year–on–year pada kuartal II–2026 menjadi katalis positif untuk pergerakan IHSG, adapun angka tersebut melampaui ekspektasi pasar yang sebesar 5,14% yoy.
Menyitir Panin Sekuritas, GDP growth yang tercatat +3,73% quarter–to–quarter di 2Q26 (dari yang sebelumnya 1Q26: -0,77% QoQ; 2Q25: +4,04% QoQ; cons: +3,5% QoQ) menjadi katalis positif untuk IHSG.
“Pertumbuhan QoQ tsb kami nilai didorong oleh peningkatan realisasi belanja pemerintah, serta konsumsi rumah tangga yang relatif terjaga,” mengutip catatan Panin siang hari ini, Rabu.
Panin juga menyoroti emiten Basic Minerals yang menguat paling tinggi mencapai 2,34% didorong oleh penguatan emiten gold related, seperti emiten PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang menguat 2,8% dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang melesat 7,3% di tengah penguatan harga emas global yang kini berada di level US$4.135,8 troy ons dengan keberhasilan menguat 2,02% point–to–point.
Sebagai informasi, harga emas global menguat di tengah turunnya harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi dan menurunkan kemungkinan kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS/The Fed. Di sisi lain, ETF emas di China menarik inflow karena meningkatnya demand aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.
(fad)






























