Logo Bloomberg Technoz

GNI Kurangi Karyawan, Diduga Efek Salah Urus & Akhir Pamor Nikel

Azura Yumna Ramadani Purnama
05 August 2026 12:00

Konstruksi proyek nikel PT Gunbuster Nickel Industry./dok. GNI
Konstruksi proyek nikel PT Gunbuster Nickel Industry./dok. GNI

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menilai keputusan PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) merumahkan sekitar 1.900 pekerja dipengaruhi penurunan pamor komoditas nikel dan faktor tata kelola manajemen yang buruk.

Dewan Penasihat Perhapi Rizal Kasli memprediksi PT GNI mengalami kerugian finansial karena harga nikel yang jatuh.

Kondisi tersebut diprediksi dipengaruhi kelebihan stok di pasar yang dipengaruhi suburnya pembangunan smelter nikel di Indonesia.


Rizal mencatat pembangunan smelter nikel standalone dengan izin usaha industri (IUI) terbilang cukup banyak, berbanding terbalik dengan smelter terintegrasi dengan tambang yang memiliki izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

“Mengalami kerugian secara finansial karena harga nikel yang jatuh, hal ini bisa disebabkan oleh adanya oversupply produk di pasar sehingga harga jatuh. Pemerintah memang banyak mengeluarkan izin usaha untuk mendirikan smelter nikel dan tidak dibatasi, terutama IUI dari Kemenperin,” kata Rizal ketika dihubungi, Rabu (5/8/2026).

Potensi surplus nikel dunia makin menyusut akibat kebijakan Indonesia./dok. BMI