Situasi Kondusif, Rupiah Diperkirakan Kembali Menguat
Tim Riset Bloomberg Technoz
05 August 2026 08:38

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah di pasar spot hari ini diperkirakan masih mendapat tenaga untuk menguat, seiring meredanya harga minyak mentah ke bawah US$80/barel. Sejalan dengan itu, rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) juga bergerak stabil di rentang Rp18.019-18.023/US$, pada Rabu (5/8/2026) pagi.
Harga lebih jinak, turun 0,84% ke US$78,69/US$ pada 07:17 WIB, melanjutkan pemangkasan yang terjadi kemarin sebesar 5,26%. Harga minyak yang merosot juga membuat indeks dolar AS ikut melandai ke 99,85.
Di sisi lain, kabar dari pasar ketenagakerjaan di AS yang tidak terlalu mengecewakan menopang pergerakan pasar hari ini. Lowongan pekerjaan di AS tercatat menurun pada Juni, tetapi aktivitas perekrutan sedikit meningkat. Kondisi ini menunjukkan permintaan tenaga kerja yang relatif stabil menjelang musim panas.
Penurunan lowongan pekerjaan didorong oleh berkurangnya posisi di sektor kesehatan, rekreasi dan perhotelan, perdagangan grosir, serta jasa bisnis. Sebaliknya, lowongan di sektor transportasi dan pergudangan meningkat, sementara posisi di pemerintahan federal naik ke level tertinggi sejak akhir 2024.
Meredanya tekanan eksternal membuat sebagian besar mata uang Asia bergerak di zona hijau. Ringgit Malaysia memimpin penguatan 0,24%, won Korea Selatan 0,15%. Sementara, yen Jepang menguat lebih terbatas 0,04%, dan dolar Singapura 0,03%.





























