Logo Bloomberg Technoz

Kuota Penjualan Minyak dari Arab Saudi Drop, Eropa Terdampak

News
19 September 2026 08:26

Ilustrasi pipa minyak mentah. (Bloomberg)
Ilustrasi pipa minyak mentah. (Bloomberg)

Alex Longley, Sherry Su, dan Anthony Di Paola-Bloomberg News

Bloomberg, Perusahaan refinery minyak di Eropa harus membayar premi yang ekstra tinggi untuk kargo-kargo minyak, karena penutupan pipa Timur-Barat Arab Saudi memaksa para pembeli di kawasan tersebut berebut mencari alternatif di tengah melonjaknya harga bahan bakar.

Saudi Aramco menanggapi serangan terhadap pipa minyaknya ke Laut Merah dengan berupaya meningkatkan pengiriman melalui Selat Hormuz, di mana pembeli di Asia minggu ini memborong puluhan juta barel minyak Arab Saudi dari wilayah tepat di luar selat tersebut. 


Akan tetapi, pergeseran ini juga berarti bahwa kargo-kargo tersebut kini berada lebih jauh dari para pemilik kilang Eropa yang sangat membutuhkan, di saat pasar sudah semakin ketat karena pembelian dari Tiongkok dan gangguan di Selat Hormuz mengikis cadangan global.

Premi fisik untuk minyak di Laut Utara, yang menjadi acuan utama harga global, melonjak ke level rekor dalam beberapa hari terakhir. Hari Jumat, Aramco memberi tahu para pelanggannya di Eropa bahwa mereka tidak akan menerima pasokan apa pun berdasarkan perjanjian jangka panjang mereka bulan depan. Minyak mentah Johan Sverdrup dari Norwegia, yang kualitasnya sangat mirip dengan pasokan Saudi, ditawarkan dengan premi US$35 per barel di atas patokan fisik Dated Brent minggu ini, demikian menurut para pedagang yang terlibat di pasar tersebut. Pada 8 September, minyak yang sama diperdagangkan dengan premi sebesar 60 sen.