Logo Bloomberg Technoz

Dari segi harga rata-rata penjualan emas, sepanjang Januari—Juni 2026 tercatat sebesar US$4.709 per ons atau naik 44,4% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar US$3.260 per ons.

“Penurunan ini mencerminkan masih rendahnya tingkat operasi PTFI selama proses peningkatan produksi atau phased ramp-up di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave,” tulis manajemen FCX dalam laporan keuangan terbarunya, dikutip Selasa (4/8/2026).

Lebih lanjut, FCX menyatakan selama masa peningkatan produksi di tambang bawah tanah GBC dilakukan, sebagian biaya produksi dan pengiriman PTFI diakui sebagai idle facility yang tidak dapat dikapitalisasi sebagai persediaan.

FCX melaporkan biaya fasilitas menganggur dan biaya restorasi tersebut mencapai US$284 juta pada kuartal II 2026 dan US$690 juta sepanjang Januari—Juni 2026.

Biaya tersebut tidak dimasukkan dalam perhitungan unit net cash credits PTFI.

Proyeksi 2026

Di sisi lain, FCX memprediksi volume penjualan tembaga sepanjang 2026 diperkirakan mencapai sekitar 700 juta pon, sementara emas diproyeksi sebesar 650.00 ons.

FCX juga memperkirakan volume produksi tembaga dan emas PTFI sepanjang 2026 akan lebih tinggi dibandingkan volume penjualan.

Alasannya, sekitar 100 juta pon tembaga dan 50.000 ons emas masih berada dalam persediaan di fasilitas smelter PTFI sehingga pengakuan penjualannya ditangguhkan hingga periode berikutnya.

Sebelumnya, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menargetkan volume produksi emas sepanjang 2026 sebanyak 700.000 ons atau setara sekitar 21 ton. Sementara itu, produksi tembaga tahun ini ditargetkan mencapai sekitar 800 juta pon.

Tony menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan estimasi volume logam murni yang berhasil diekstraksi dari total keseluruhan bijih (ore) hasil penambangan di lapangan.

"[Periode] 2026 itu jumlah logam yang kita akan hasilkan kira-kira 800 juta pon tembaga dan 700.000 ons emas atau kalau diekuivalenkan ke tonase, sebesar 21 ton," ujar Tony dalam agenda rapat dengar pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Selasa (14/7/2026).

Setelah melewati fase transisi pada 2026, PTFI memproyeksikan lonjakan volume kapasitas penambangan bijih harian secara masif pada periode dua tahun berikutnya.

Berdasarkan rencana kerja perusahaan, rata-rata volume ekstraksi bijih harian akan digenjot ke level 170.000 ton pada 2027, dan kembali dinaikkan menjadi 208.000 ton pada 2028.

Tren kenaikan ini diproyeksikan mencapai puncaknya pada 2029. Pada tahun tersebut, perusahaan menargetkan volume produksi harian menembus angka 226.00 ton per hari.

"Pada 2029 sudah mencapai 226.000 ton per hari yang kita sudah hitung ini di atas 200.000 ton itu adalah tahap level normal atau level 100% dari produksi kita," lengkap Tony.

(azr/wdh)

No more pages