Logo Bloomberg Technoz

Fenomena iklim El Nino yang mengganggu pola cuaca diperkirakan terus menguat dalam beberapa bulan mendatang dan kemungkinan menjadi salah satu yang terkuat dalam lebih dari 75 tahun, menurut prakiraan cuaca AS. Meski tidak ada dua fenomena El Nino yang sama, kejadian yang lebih kuat meningkatkan kemungkinan dampak serius, seperti kekeringan berkepanjangan di Asia Tenggara.

Indonesia telah meningkatkan operasi modifikasi cuaca melalui penyemaian awan, termasuk di Kalimantan yang merupakan salah satu wilayah utama penghasil kelapa sawit, untuk mengisi kembali waduk dan mencegah kebakaran, menurut badan meteorologi Indonesia.

Prakiraan terbaru tersebut dirilis ketika kebakaran hutan melanda Eropa dan Amerika Utara. Gelombang panas yang terjadi berturut-turut serta kekeringan yang semakin parah telah mengubah lanskap menjadi mudah terbakar, memaksa ratusan ribu warga mengungsi dari sejumlah wilayah di Eropa dan Amerika Serikat bagian barat laut.

(bbn)

No more pages