Kondisi Keuangan BUMN Karya yang Membuat Frustrasi
Cahya Puteri Abdi Rabbi
04 August 2026 11:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kinerja emiten BUMN Karya masih berada di bawah tekanan pada paruh pertama 2026. Tingginya beban pendanaan, margin proyek yang masih tipis, serta kontribusi investasi yang belum optimal membuat sebagian besar perusahaan konstruksi pelat merah belum mampu mencatatkan perbaikan laba secara signifikan.
Contoh, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang masih membukukan rugi bersih sebesar Rp2,17 triliun pada semester I-2026, meski membaik dibandingkan rugi Rp2,40 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
WSKT sejatinya mencatat pendapatan sebesar Rp4,92 triliun, naik dari Rp3,10 triliun pada semester I-2025. Namun, kenaikan tersebut belum mampu mengimbangi beban keuangan yang masih mencapai sekitar Rp1,90 triliun. Waskita juga masih membukukan rugi dari entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar Rp168,1 miliar.
Kemudian, PT PP Tbk (PTPP) juga masih mencatat rugi bersih sekitar Rp193,6 miliar pada semester I-2026.
Meski aktivitas usaha masih berjalan, tingginya beban keuangan, rugi dari investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama, serta beban pajak membuat perusahaan belum mampu kembali mencetak laba. Kas dan setara kas PTPP juga turun menjadi Rp1,17 triliun dari Rp2,89 triliun pada akhir 2025, sedangkan total liabilitas meningkat menjadi Rp38,99 triliun.































