Logo Bloomberg Technoz

Dalih ADHI Soal Keterlambatan Serah Terima Ribuan Unit Apartemen

Cahya Puteri Abdi Rabbi
29 July 2026 11:50

Juru kamera di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Juru kamera di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) buka suara terkait keterlambatan serah terima unit apartemen pada sejumlah proyek LRT City yang dikembangkan anak usahanya, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP). Sebelumnya diberitakan, sekitar 2.400 konsumen mengeluhkan belum menerima unit apartemen meski telah melakukan pembayaran.

Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko merangkap Sekretaris Perusahaan ADHI Rozi Sparta menjelaskan, ADCP saat ini memiliki 13 proyek on hand. Dari jumlah tersebut, enam proyek telah selesai dan beroperasi yang terdiri atas empat apartemen, satu kawasan landed, dan satu gedung perkantoran. Sementara tujuh proyek lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Secara keseluruhan, ADCP memiliki 9.839 unit hunian. Hingga saat ini sebanyak 5.392 unit telah terjual, sedangkan 2.575 unit telah diserahterimakan kepada konsumen.


ADCP juga menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen atas keterlambatan penyelesaian kewajiban serah terima unit. Perseroan mengakui penyelesaian proyek menghadapi tantangan likuiditas, seiring besarnya kebutuhan pendanaan dalam pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang tidak hanya mencakup pembangunan hunian, tetapi juga penyediaan lahan dan infrastruktur pendukung di sekitar simpul transportasi massal.

"Pipeline business yang berbasis pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) mengharuskan korporasi untuk menyediakan kawasan lahan di sekitar area stasiun transportasi umum, seperti Commuter Line, LRT, dan BRT, termasuk menyediakan fasilitas infrastruktur pendukung. Sementara itu, pengembangan hunian dilakukan secara bertahap sesuai dengan rencana pengembangan," kata Rozi dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (29/7/2026).