Logo Bloomberg Technoz

Perbaikan juga terlihat pada kinerja perdagangan luar negeri. Defisit neraca perdagangan menyempit menjadi US$0,45 miliar pada Juni 2026 dari US$1,61 miliar pada Mei. Ekspor tumbuh 8,84% secara tahunan setelah sebelumnya terkontraksi 5,73%, sedangkan impor meningkat 34,27% yoy dari 22,16%.

Tekanan inflasi pun mulai mereda. Inflasi tahunan turun menjadi 2,88% pada Juli 2026 dari 3,34% pada Juni, seiring deflasi bulanan sebesar 0,14% yang dipicu panen raya sehingga menekan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Penurunan harga BBM nonsubsidi pada Agustus juga berpotensi menjaga inflasi tetap terkendali.

Sementara kabar dari eksternal, perhatian pasar masih tertuju pada perkembangan konflik AS-Iran. Bloomberg Technoz melaporkan bursa Asia diperkirakan bergerak terbatas di tengah ketidakpastian arah negosiasi kedua negara.

Pada saat bersamaan, investor menanti laporan keuangan emiten teknologi untuk mengukur apakah besarnya belanja di sektor kecerdasan buatan (AI) mulai mendorong pertumbuhan laba.

Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai IHSG mulai menutup gap di kisaran 6.268-6.306 sekaligus menguji level resisten di 6.291. "Selama IHSG masih di atas 6.138, koreksi bersifat minor dan tren positif bisa berlanjut menuju resistance berikutnya di 6.392," kata Ivan.

Ivan menyebut, area support IHSG berada di angka 6.138, 6.020, dan 5.887. Sedangkan resistance berikutnya berada di 6.291, 6.392, dan 6.545.

(cpa/wep)

No more pages