Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, Ia menyebut bahwa pemerintah juga sudah berhasil mengendalikan laju inflasi, terutama untuk inflasi volatile food yang tecatat sebesar 2,5% di Bulan Juli dari sebelumnya sebesar 5%. 

Sementara itu, Destry membeberkan bahwa inflasi inti sudah menggambarkan aktivitas ekonomi itu tetap berada pada posisi yang stabil di level 2,76%. 

Sehingga,  pergerakan ekonomi yang terjadi tidak mendorong adanya overheating. Bahkan, Destry membeberkan jika inflasi total atau Indeks harga Konsumen (IHK) sudah mencapai 2,88% turun dibandingkan dari posisi 3% di bulan lalu.

“Jadi itu dampak kita bisa lihat stabilitas bisa terjaga sehingga kalau kita lihat juga pergerakan rupiah dalam beberapa hari terakhir ini cukup terkendali,” kata Destry.

Sebelumnya, BI mencatat peningkatan cadev di bulan Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya, ditopang oleh penerimaan pajak dan jasa.

Pada Selasa (7/7/2026), BI mengumumkan cadangan devisa Indonesia untuk posisi akhir Juni berada di US$ 145,6 miliar. Bertambah US$ 0,7 miliar dari bulan sebelumnya.

Ini menjadi kenaikan cadangan devisa bulanan perdana sepanjang 2026. Sebelumnya, cadangan devisa selalu turun selama lima bulan berturut-turut.

"Perkembangan posisi cadangan devisa Juni 2026 tersebut dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global," sebut laporan BI.

Posisi cadangan devisa pada akhir Juni, lanjut laporan BI, setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Capaian tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

(ell)

No more pages