Komoditas penyumbang utamanya yakni mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84), mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85), serta plastik dan barang dari plastik (HS 39).
Lalu, dengan Australia mencatatkan defisit US$3,97 miliar, dengan komoditas penyumbang defisit utama adalah Serealia (HS 10), logam mulia dan perhiasan atau permata (HS 71), dan bahan bakar mineral (HS 27).
Terakhir dengan Prancis mencatatkan defisit US$1,49 miliar, dengan komoditas penyumbang defisit adalah kendaraan udara dan bagiannya (HS 88), mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84), dan instrument optic, fotografi sinematografi, serta medis (HS 90).
Sementara itu, Indonesia masih mencatatkan surplus neraca dagang dengan beberapa negara, tertinggi yakni Amerika Serikat (AS) sebesar US$10,44 miliar. Penyumbang surplus terbesar adalah mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85), pakaian dan aksesorisnya (rajutan) (HS 61), dan alas kaki (HS 64).
Selanjutnya, penyumbang surplus terbesar kedua adalah dengan India mencapai US$6,73 miliar. Komoditas penyumbang terbesar adalah bahan bakar mineral (HS 27), lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15), serta besi dan baja (HS 72).
Kemudian dengan Filipina surplus dagang Indonesia mencapai US$4,02 miliar. Komoditas penyumbang surplus terbesar dengan negara tersebut adalah kendaraan dan bagiannya (HS 87), bahan bakar mineral (HS 27), serta lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15).
(lav)





























