Johor menarik para developer pusat data, sementara Penang menarik modal baru terkait chip di tengah persaingan global untuk mengembangkan AI.
Munculnya Malaysia sebagai pusat manufaktur AI menandai perubahan arah yang mencolok bagi negara yang belum lama ini lebih dikenal di kancah internasional karena skandal 1MDB bernilai miliaran dolar daripada industri mutakhirnya.
Di tengah prospek yang semakin suram akibat ketegangan perdagangan global dan geopolitik, gelombang investasi kini mengubah negara di Asia Tenggara ini menjadi pemenang yang tak terduga dalam perlombaan pembangunan infrastruktur AI.
Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), Malaysia kini menjadi salah satu dari empat eksportir bersih perangkat hardware terkait AI terbesar di dunia, bersama Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand. Investasi pusat data juga telah meningkat hingga diperkirakan mencapai hampir 18% dari produk domestik bruto — pangsa tertinggi secara global, menurut analis HSBC Holdings Plc.
Pertumbuhan negara ini sudah melampaui perkiraan dan para ekonom memperkirakan momentum tersebut akan terus berlanjut, didorong oleh investasi dan ekspor yang didorong oleh teknologi.
(bbn)
































