Pembahasan pekan lalu juga berfokus pada apakah jadwal pengambilan keputusan kebijakan dapat diselaraskan dengan rilis data ekonomi utama dan informasi penting lainnya, dengan tujuan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan secara keseluruhan, kata salah satu sumber.
Juru bicara The Fed menolak memberikan komentar. Pembahasan tersebut sebelumnya diberitakan oleh The New York Times.
Langkah untuk meninjau kembali jadwal rapat ini menunjukkan bagaimana Warsh, yang mulai memimpin The Fed pada Mei setelah dicalonkan oleh Presiden Donald Trump, tengah mempertimbangkan perubahan terhadap pendekatan bank sentral dalam merumuskan kebijakan dan memanfaatkan data ekonomi.
Ketua baru tersebut juga telah mengemukakan kemungkinan mengurangi jumlah konferensi pers serta memangkas secara signifikan panjang pernyataan kebijakan yang dirilis setelah rapat.
Selain itu, dia mengumumkan pembentukan lima gugus tugas yang akan mengkaji kemungkinan perubahan, mulai dari cara The Fed berkomunikasi hingga pengelolaan neraca bank sentral.
Jadwal Rapat
FOMC telah menetapkan jadwal rapat untuk sisa tahun 2026, yakni pada September, Oktober, dan Desember, serta untuk tahun 2027.
"Setiap tanggal rapat bersifat tentatif hingga dikonfirmasi pada rapat sebelumnya," demikian bunyi keterangan di situs resmi The Fed, sebuah pernyataan yang telah digunakan sejak sebelum Warsh menjabat sebagai ketua.
Berdasarkan aturan prosedur FOMC, komite tersebut wajib menggelar rapat sedikitnya empat kali dalam setahun di Washington, meski dapat dilakukan lebih sering.
"Rapat diselenggarakan atas panggilan Ketua Dewan Gubernur atau atas permintaan sedikitnya tiga anggota komite," demikian bunyi aturan tersebut.
The Fed juga beberapa kali menggelar rapat di luar jadwal ketika terjadi gejolak ekonomi dan pasar, seperti pada awal pandemi Covid-19 pada 2020.
Komite penentu suku bunga The Fed terdiri atas 12 anggota, yaitu tujuh pejabat Dewan Gubernur The Fed di Washington, termasuk Warsh; Presiden Federal Reserve Bank of New York yang menjabat sebagai wakil ketua FOMC; serta empat dari 12 presiden bank sentral regional The Fed yang bergiliran menjadi anggota dengan hak suara setiap tahun.
Warsh sebelumnya juga pernah mengusulkan perubahan terhadap jadwal rapat bank sentral.
Pada 2014, dia melakukan kajian terhadap praktik transparansi dan prosedur Bank of England, yang dikenal sebagai Warsh Review.
Hasil kajian tersebut mendorong bank sentral Inggris mengurangi jumlah rapat kebijakan tahunannya dari 12 kali menjadi delapan kali.
Secara terpisah, Bank Sentral Eropa (ECB) pada 2015 juga mengurangi frekuensi rapat kebijakan moneternya menjadi sekali setiap enam minggu, menggantikan praktik sebelumnya yang menggelar rapat pada Kamis kerja pertama setiap bulan.
(bbn)




























