Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Tertekan di Awal Perdagangan, Melemah ke Rp18.069/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
30 July 2026 09:29

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan Kamis (30/7/2026) tergelincir 0,08% ke Rp18.069/US$, di tengah kembali menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) setelah bank sentral Negeri Paman Sam Federal Reserve menahan suku bunga acuan. 

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama berbalik arah dan sedikit terapresiasi 0,02% menjadi 100,9, setelah terpangkas cukup dalam kemarin sebesar 0,52%. Sementara, harga minyak mentah sudah melemah 1,18% menjadi US$89,67/barel. 

Namun, dampak pergerakan harga minyak dan dolar AS tak lantas membawa semua mata uang Asia ke zona hijau. Sebagian mata uang kawasan justru melemah.


Won Korea Selatan berbalik arah dan melemah 0,2% dari sesi perdagangan tadi pagi kala pembukaan pasar yang lebih optimistis. Dolar Taiwan menyusul dengan depresiasi 0,16%. Sementara yen Jepang, yuan offshore dan dolar Singapura lebih terbatas, masing-masing 0,04% dan 0,02%.

Hanya baht Thailand, ringgit Malaysia, dan yuan China yang menguat masing-masing 0,24%, 0,11% dan 0,03%. 

Mata uang Asia (Bloomberg)