Dalam konferensi pers, Warsh berpendapat bahwa kondisi keuangan sebenarnya telah mengetat meskipun suku bunga acuan tidak berubah. Menurutnya, hal itu terjadi lantaran The Fed mengurangi praktik forward guidance, sehingga investor harus lebih banyak membaca perkembangan data ekonomi daripada bergantung pada sinyal eksplisit dari bank sentral.
Selama konferensi Warsh berlangsung, yield US Treasury tenor panjang 30 tahun naik 13 bps dan menembus 5,2%, level tertinggi sejak 2007. Kenaikan ini mengindikasikan pelaku pasar masih menuntut premi risiko yang lebih tinggi lantaran belum sepenuhnya yakin bahwa inflasi akan kembali ke target 2%.
Melansir data Bloomberg pukul 13:15 WIB, US Treasury mengalami kenaikan yield di semua tenor. Tenor acuan naik 3,1 bps menjadi 4,7%, tenor 5 tahun juga naik 2,5 bps menjadi 4,43%.
Bagi pasar obligasi negara berkembang, kenaikan yield US Treasury dapat mengerek premi risiko aset-aset negara berkembang. Sebab, investor global memiliki alternatif investasi yang lebih menarik dengan risiko yang lebih rendah.
Kondisi pasar obligasi domestik saat ini menunjukkan investor masih bertahan di pasar domestik, dan tidak terjadi aksi jual besar-besaran seperti yang terjadi pada episode pengetatan moneter AS pada tahun 2018. Pergerakan yield hari ini menggambarkan bahwa investor masih cukup memegang posisi di pasar obligasi domestik, alih-alih menarik dana secara agresif.
Namun, tekanan eksternal belum sepenuhnya mereda. Siang ini rupiah melemah hampir 0,2% ke Rp18.089/US$, seiring kembali menguatnya dolar AS dengan indeks dolar AS kembali terkerek 0,1% ke 100,99. Pelemahan rupiah siang ini bersama sebagian besar mata uang Asia menggambarkan posisi greenback masih menjadi aset pilihan investor.
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) juga relatif mempertahankan stabilitas rupiah lewat bauran instrumen, termasuk SRBI dengan menawarkan yield yang cukup kompetitif. Selain itu, yield obligasi pemerintah sebenarnya juga cukup kompetitif jika disandingkan dengan negara-negara dengan peringkat kredit serupa.
(dsp/aji)



























