"Melalui Cetaphil Derm On Tour, Kami membawa pengalaman tersebut langsung ke tengah aktivitas harian warga Jakarta, seperti di area Car Free Day ini. Kami melihat masih banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki kulit sensitif, sehingga sering salah memilih produk. Lewat pendekatan 'jemput bola' ini, kami berharap dapat memberikan solusi yang aman, tepat, dan berbasis sains untuk seluruh keluarga Indonesia," ujar Alaia Safia.
Melalui kegiatan tersebut, pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas secara gratis. Salah satunya adalah pemeriksaan kondisi dan tipe kulit menggunakan mesin analisis khusus untuk memberikan gambaran mengenai kondisi kulit masing-masing pengunjung.
Setelah pemeriksaan, pengunjung juga dapat memperoleh konsultasi gratis bersama dokter spesialis kulit. Hasil analisis dapat dijelaskan lebih lanjut oleh dokter sekaligus menjadi dasar untuk memberikan rekomendasi perawatan yang sesuai.
Selain pemeriksaan dan konsultasi, Cetaphil menyediakan sesi edukasi bertajuk mitos dan fakta mengenai perawatan kulit. Sesi interaktif tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memahami berbagai informasi mengenai kulit sensitif yang beredar di masyarakat.
Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai permainan serta memperoleh merchandise dan sampel produk secara gratis. Rangkaian aktivitas tersebut membuat edukasi kesehatan kulit dikemas dalam suasana yang lebih santai dan mudah diikuti masyarakat.
Pada Minggu (26/7), Cetaphil Derm On Tour turut menggandeng komunitas lari dalam kegiatan Fun Run. Aktivitas tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga kondisi kulit bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Para pegiat olahraga luar ruang diingatkan untuk tetap memberikan perlindungan pada kulit melalui penggunaan pelembap dan sunscreen. Edukasi tersebut menjadi bagian dari pesan Cetaphil bahwa perawatan kulit tetap penting dilakukan meski aktivitas utama masyarakat berbeda-beda.
Cetaphil Dorong Perawatan Kulit untuk Semua Usia
Cetaphil juga menegaskan bahwa kebutuhan akan perawatan kulit sensitif tidak terbatas pada kelompok tertentu. Perawatan kulit dinilai penting bagi seluruh anggota keluarga, baik berdasarkan usia maupun gender.
Dalam kegiatan tersebut, Cetaphil memperkenalkan sejumlah rangkaian produknya kepada masyarakat. Salah satunya Gentle Skin Cleanser yang telah hadir dan digunakan konsumen di Indonesia sejak 2015.
Selain pembersih wajah, edukasi juga mencakup penggunaan moisturizer, sunscreen, body wash hingga rangkaian Cetaphil Baby. Produk untuk kebutuhan khusus seperti Cetaphil PRO-AD juga diperkenalkan untuk kondisi atopic dermatitis atau eksim.
Kehadiran berbagai pilihan tersebut sekaligus menunjukkan pendekatan Cetaphil terhadap kebutuhan kulit yang berbeda-beda. Masyarakat tidak hanya diperkenalkan pada produk, tetapi juga diarahkan untuk memahami kondisi kulit sebelum menentukan jenis perawatan yang digunakan.
Antusiasme masyarakat terhadap Cetaphil Derm On Tour terlihat dalam pelaksanaan kegiatan di kawasan CFD FX Sudirman. Lebih dari 3.600 pengunjung tercatat hadir dalam kegiatan tersebut.
Tingginya jumlah pengunjung bahkan membuat penyelenggara harus menutup antrean lebih awal. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kenyamanan sekaligus keamanan selama kegiatan berlangsung.
Melihat respons tersebut, Cetaphil membuka peluang untuk memperluas program edukasi kesehatan kulit ke berbagai kota di Indonesia. Bandung, Yogyakarta, dan Semarang menjadi sejumlah kota yang disebut berpotensi menjadi lokasi program pada periode mendatang.
Alaia mengatakan antusiasme masyarakat Jakarta menjadi dorongan bagi Cetaphil untuk memperluas jangkauan edukasi mengenai kulit sensitif. Upaya tersebut diharapkan dapat membuat informasi mengenai perawatan kulit lebih mudah diakses oleh masyarakat di berbagai daerah.
Cetaphil sendiri merupakan merek perawatan kulit yang telah berdiri hampir 80 tahun dan dikenal sebagai salah satu merek yang direkomendasikan dokter spesialis kulit. Merek tersebut hadir di Indonesia sejak 2015 dengan fokus pada produk perawatan yang lembut, aman, dan efektif.
Melalui Cetaphil Derm On Tour, perusahaan berupaya menggabungkan edukasi, pemeriksaan dan konsultasi dalam satu kegiatan yang dapat diakses masyarakat secara langsung. Konsep mobile van menjadi pendekatan baru untuk membawa informasi kesehatan kulit lebih dekat ke aktivitas sehari-hari warga.
Program tersebut juga memperlihatkan bahwa edukasi mengenai kulit sensitif tidak hanya berfokus pada pemilihan produk. Pemahaman terhadap kondisi kulit, konsultasi dengan tenaga medis dan penggunaan perawatan yang sesuai menjadi bagian penting yang terus didorong melalui kegiatan ini.
(tim)



























