Logo Bloomberg Technoz

Bea Masuk LPG Petrokimia 0% Didesak Permanen, Tak Cuma 6 Bulan

Sabrina Mulia Rhamadanty
30 July 2026 08:30

Gas minyak cair atau LPG./Bloomberg-Bartek Sadowski
Gas minyak cair atau LPG./Bloomberg-Bartek Sadowski

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) mendorong pemerintah agar kebijakan pembebasan bea masuk gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG) untuk industri petrokimia tidak hanya berlaku selama enam bulan, melainkan permanen.

Sekretaris Jenderal Inaplas Fajar Budiono menilai bea masuk 0% untuk LPG industri petrokimia secara berkelanjutan sangat beralasan.

Penyebabnya, LPG yang diimpor oleh sektor petrokimia murni difungsikan sebagai substitusi nafta yang merupakan bahan baku produksi (feedstock) plastik, bukan sebagai bahan bakar komersial masyarakat.


"Ya, karena kalau bisa dibebaskan terus saja. Ini kan tidak digunakan sebagai bahan bakar yang masif, tetapi sebagai bahan baku, sehingga pengawasannya juga lebih mudah," ujar Fajar saat dihubungi, Kamis (30/7/2026). 

Komplek pabrik petrokimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). (Dok Perusahaan)

Menurut Fajar, pemerintah tidak perlu mengkhawatirkan adanya potensi kebocoran alokasi LPG petrokimia ke sektor bahan bakar subsidi maupun nonsubsidi masyarakat.