Rupiah Melemah 21% Selama Perry Warjiyo Jadi Bos BI
Redaksi
28 July 2026 14:41

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) menutup babak kepemimpinannya di bank sentral selama lebih dari delapan tahun. Selama periode itu juga, rupiah meninggalkan catatan yang kurang menggembirakan.
Perry mengundurkan diri pada Senin (27/7/2026) secara mengejutkan, menjelang pembukaan pasar spot. Kabar tersebut langsung memicu respons reaktif di pasar keuangan.
Rupiah melemah, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) naik, dan premi risiko Indonesia ikut meningkat seiring munculnya kekhawatiran mengenai kesinambungan kebijakan moneter dan independensi Bank Indonesia.
Berdasarkan data Bloomberg, saat Perry resmi dilantik sebagai Gubernur BI pada 24 Mei 2018, nilai tukar rupiah berada di Rp14.330/US$. Hingga penutupan perdagangan Jumat (24/7/2026), yang menjadi hari terakhir sebelum pengunduran dirinya diumumkan, rupiah telah melemah ke Rp17.943/US$ atau terdepresiasi sekitar 21,22%.
Jika dihitung hingga perdagangan Senin (27/7/2026), ketika rupiah ditutup di Rp18.005 per dolar AS, pelemahannya bahkan mendekati 21,5%.





























