Bursa Saham Asia lainnya justru berhasil melesat di zona hijau. Shenzhen Comp. (China), KOSDAQ (Korea), TOPIX (Jepang), Shanghai Comp. (China), CSI300 (China), SENSEX (India), Hang Seng (Hong Kong), KOSPI (Korea Selatan), KLCI (Malaysia), Straits Times (Singapura), PSEI (Filipina), dan NIKKEI 225 (Jepang), yang berhasil menguat hari ini dengan masing–masing 2,93%, 2,22%, 1,37%, 1,15%, 1,15%, 0,99%, 0,98%, 0,97%, 0,71%, 0,57%, 0,54%, dan 0,51%.
Penyebab IHSG Melemah
Sejumlah saham menjadi pemberat IHSG sepanjang perdagangan hari ini. Saham infrastruktur, saham properti, dan saham kesehatan mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing–masing terpangkas 1,25%, 0,81% dan 0,61%.
Berikut deretan saham laggard berdasarkan data Bloomberg, Senin (27/7/2026):
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menekan 3,71 poin
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menekan 3,5 poin
- PT Astra International Tbk (ASII) menekan 2,86 poin
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menekan 2,55 poin
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menekan 1,78 poin
- PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menekan 1,65 poin
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menekan 1,49 poin
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menekan 1,46 poin
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menekan 1,29 poin
- PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) menekan 1,22 poin
Perry Warjiyo, Gubernur BI Mengundurkan Diri
Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur BI. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang ditemani anggota Dewan Deputi Gubernur BI lainnya.
Menteri Sekretaris Negara mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry kemarin. Presiden akan segera menerbitkan surat Keputusan Presiden (Keppres) untuk menerima pengunduran diri tersebut.
Bagi pasar, yang dipertaruhkan bukan cuma pergantian seorang pejabat publik, melainkan juga kredibilitas bank sentral yang selama ini menjadi jangkar stabilitas ekonomi Indonesia.
Yang jadi perhatian, bagaimana pasar menilai ketidakpastian selama masa transisi kepemimpinan menjadi risiko terbesar yang harus dihadapi.
Rajeev De Mello, Portfolio Manager Gama Asset Management. Menurutnya, investor akan lebih mencermati apakah transisi kepemimpinan ini akan mengurangi independensi BI.
“Isu utamanya bukan pada sosok individu, melainkan institusinya. Apakah pergantian kepemimpinan akan membuat pemerintah memiliki tekanan yang lebih besar terhadap Bank Indonesia untuk mendukung agenda pertumbuhan ekonomi,” papar De Mello, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Head of Asia Strategy Skandinaviska Enskilda Banken (SEB), Eugenia Victorino menilai, sentimen investor terhadap aset Indonesia akan tetap berhati-hati sampai pasar memperoleh kepastian Gubernur BI berikutnya benar-benar independen.
“Sentimen akan tetap berhati-hati hingga jelas bahwa gubernur berikutnya akan independen,” ujarnya, seperti dikutip Bloomberg News.
(fad)






























