Logo Bloomberg Technoz

Ia juga menggarisbawahi, bahwa siapapun yang akan mengganti Perry nantinya,  independensi Bank Indonesia tetap harus menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan investor.

"Koordinasi yang erat dengan pemerintah merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Namun pada saat yang sama, independensi Bank Indonesia harus tetap menjadi fondasi utama,” katanya. 

Menurutnya,  kombinasi antara independensi yang kuat, komunikasi kebijakan yang kredibel, serta koordinasi fiskal-moneter yang efektif akan menjadi modal terbesar Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

Ia berharap, proses transisi kepemimpinan Bank Indonesia dapat berlangsung secara cepat dan memberikan kepastian kepada pelaku pasar.

"Pasar tidak hanya akan menilai siapa yang menjadi Gubernur Bank Indonesia berikutnya. Pasar akan menilai apakah Indonesia mampu menjaga kesinambungan institusi, kredibilitas kebijakan, dan arah pengelolaan ekonomi makro secara konsisten,” katanya.

Penunjukan Destry Sebagai Pjs Langkah Tepat

Selanjutnya Fakhrul menilai, penunjukan Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Bank Indonesia merupakan langkah yang tepat untuk menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi.

Menurutnya, Destry memiliki rekam jejak yang panjang dan sangat kuat di bidang ekonomi makro, kebijakan moneter, serta pasar keuangan.

Pengalamannya sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, sebelumnya sebagai pemimpin LPS, ekonom, maupun berbagai posisi strategis di pemerintahan memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap tantangan ekonomi nasional.

“Dari sisi kapasitas dan pengalaman, beliau merupakan salah satu figur yang sangat layak untuk memimpin Bank Indonesia ke depan," jelas Fakhrul.

Lebih lanjut, Fakhrul menilai Indonesia membutuhkan Gubernur Bank Indonesia yang mampu menjawab tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.

"Ke depan, Indonesia membutuhkan Gubernur Bank Indonesia yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang kuat, tetapi juga mampu membangun ekspektasi pasar melalui komunikasi kebijakan yang kredibel," ujarnya.

Menurutnya, kemampuan membaca dinamika Neraca Pembayaran, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, memperdalam pasar keuangan domestik, serta menjaga koordinasi yang efektif dengan kebijakan fiskal akan menjadi kualitas yang semakin penting di tengah ketidakpastian global.

(ell)

No more pages